Cara Memulai Bisnis Online Dropshipping Dari Awal

(Last Updated On: September 9, 2018)

Cara Memulai Bisnis Online – Di Dunia yang semakin maju ini persaingan bisnis tidak dapat di pungkiri akan semakin keras dan bermunculan banyak sekali ide kreatif yang bisa membuat orang itu hidup atau mati bisnis nya.

“Apakah saya bisa membuat brand sendiri dengan menjual produk orang lain?”

Sangat bisa !

Apakah Carrefour, Lazada, Matahari Mall dan sebagainya itu menjual produk yang mereka produksi sendiri?

Mungkin ada beberapa produk yang mereka produksi, namun mayoritas mereka menjual produk dari perusahaan lain, alias menjadi reseller.

Itu artinya Anda gak perlu ribet-ribet memproduksi barang sendiri untuk bisa berbisnis dan punya brand.

Dan enaknya lagi, Anda bisa memulainya sekarang juga!

Maksud saya setelah Anda membaca artikel ini secara keseluruhan tentunya. Mungkin langsung pada bertanya apa pertanyaan dibawah ini, langsung aja udah dibahas di bawah.

Cara Memulai Bisnis Online

Cara Memulai Bisnis Online

1. Produk apa yang mau Anda jual?

Langkah paling pertama ini biasanya yang paling bikin bingung.

Tentunya Anda mau menjual produk yang sifatnya sustainable dan berpeluang besar bukan?

Maka dari itu, ada beberapa syarat yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan:

  • Jangan terlalu banyak jual berbagai macam produk

Untuk brand skala-kecil menengah, wajib untuk fokus dalam 1 sektor bisnis.

Gunanya biar brand awareness bisnis Anda di mata pelanggan itu lebih maksimal.

Selain itu, dari faktor kompetitor juga berpengaruh.

Semakin banyak aneka produk yang Anda jual, maka akan menjaring lebih banyak kompetitor juga.

Yang artinya akan sulit untuk brand Anda nanti bisa memenangkan persaingan pasar.

Terakhir, dari segi sumber daya bisnis Anda sendiri.

Kecuali Anda adalah pemain berskala besar seperti Carrefour dan para kompetitornya.

  • Spesifik

Di tahap ini kita mau lebih mempersempit jangkauannya.

Alasannya masih sama seperti poin sebelumnya, biar lebih fokus, baik dalam pemasaran, sumber daya, penjualan, kompetitor, dan faktor lainnya.

Jangan menjual ‘kaos’, tapi jualah ‘kaos polos berbagai macam warna dengan bahan Gildan 30s’.

  • Sustainable

Agar brand Anda nantinya bisa bertahan lama, maka produk yang dijual juga harus ‘tahan banting’.

Hindari menjual produk yang sifatnya sementara, sesuai trend, dan seasonal.

Contohnya batu akik, gelang keseimbangan, ornamen Natal, dan sebagainya.

  • Tingkat permintaannya tinggi

Carilah produk yang benar-benar akan digunakan oleh pelanggan.

Pertimbangkanlah faktor tingkat permintaan dan customers’ needs and wants.

Siapa coba yang mau beli produk begituan?

Boro-boro beli, mungkin dikasih gratis pun belum tentu ada yang mau pakai.

  • Gak mudah rusak

Reseller online atau dropshipper berarti Anda memasarkan via online, di mana biasanya target marketnya cenderung berada di beberapa daerah, berskala nasional, bahkan mancanegara.

Maka dari itu, hindari produk yang rentan rusak selama pengiriman. Kecuali bisa dikemas sedemikian mungkin, sehingga aman dari kerusakan.

  • Legal

Beberapa waktu yang lalu (saat artikel ini dibuat), Indonesia dihebohkan dengan produk yang kontroversial dan dinilai memiliki unsur pornografi.

Hati-hati untuk menjual suatu produk, khususnya di Indonesia yang punya regulasinya sendiri.

Pastikan produk tersebut sudah terdaftar secara resmi, sehingga tidak terjadi masalah perijinan di saat brand Anda udah berskala besar.

Setidaknya produk yang Anda jual tidak memicu konflik atau menentang aturan.

  • Hindari produk yang punya banyak kompetitor ‘raksaksa’

Hindari bersaing dengan banyak kompetitor yang menjual produk dalam volume tinggi.

Kita gak mau menjual perlengkapan Mac yang sudah ada lebih dari 10 kompetitor raksaksa.

Di mana setiap bulannya masing-masing mereka bisa jual ratusan bahkan ribuan unit.

Tapi jangan berkecil hati dulu bro, karena ada solusi dari permasalahan ini, yakni dengan memberikan value pada brand kita masing-masing.

Akan saya jelaskan pada poin dibawah.

  • Pilih produk yang simpel (mudah dikirim dan berukuran kecil)

Kalau saya pribadi sebagai reseller online atau dropshipper online…

Saya menghindari berjualan produk seperti paku bumi, lemari es, nitrogen cair, baja ringan, ban traktor, yang mana produk-produk ini jauh lebih rumit dan mahal untuk pengiriman jarak jauh.

Berikut adalah sektor bisnis yang memiliki peran tertinggi di Indonesia.

Yang saya kotakin merah itu adalah sektor bisnis yang boleh Anda coba sebagai dropshipper online.

2. Siapa yang mau beli produk Anda?

Setelah Anda memilih produk yang mau dijual, sekarang saatnya untuk menentukan siapakah target market yang mau Anda sasar.

Tentukan target market secara spesifik, atau yang biasa disebut dengan buyer persona.

Mulai dari usia, jenis kelamin, hobi, serta faktor lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai pendekatan dan promosi.

Jangan sepelekan langkah ini, karena dengan mengetahui target market, maka Anda bisa memasarkan produk lebih fokus lagi sesuai dengan identitas mereka.

Buat Anda yang kesulitan dalam menentukan buyer persona, saya sudah menyiapkan 1 artikel khusus bagaimana cara menentukan target market bisnis Anda.

3. Analisis kompetitor

Masih inget kan bro di poin pertama saya bilang kompetitor ‘raksaksa’?

Jangan senang dulu kalau ternyata kompetitor Anda itu gak ada atau sedikit jumlahnya yang ‘raksaksa’.

Meskipun kompetitor dari produk dan target market Anda itu masih berskala kecil-menengah, bukan berarti mereka boleh dihiraukan gitu aja.

Pelajari cara mereka melakukan pemasaran, apa yang salah dari mereka, dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa yang membedakan mereka dari kompetitor lainnya? Kenapa pelanggan lebih pilih kompetitor A dibanding kompetitor B? Media pemasaran apa yang mereka gunakan?

4. Cari supplier

Setelah Anda benar-benar yakin dengan pilihan produk, target market dan kondisi pasar yang berpeluang, maka langkah selanjutnya adalah mencari sumber pemasok alias supplier.

Langkah ini cukup menyenangkan buat saya.

Karena di sini saya seperti berlomba mencari supplier dengan harga termurah, serta kualitas yang tepat, di media online manapun, dengan ribuan reseller lainnya.

Mantap bro semakin seru! 😀

Syarat supplier yang baik:

  • Fast response

Khususnya buat para reseller atau dropshipper online. Respon yang cepat itu salah satu faktor penting agar memiliki brand yang baik. Masalah ramah atau engga-nya itu belakangan.

  • Harga yang ditawarkan murah

 Artinya benar-benar murah dibanding pemasok lainnya. Apalagi kalau ada sistem yang menguntungkan reseller dan dropshipper online, seperti Ocean Seven T-shirt Factory.

  • Komisi jelas

Cari supplier yang gak cuma memberikan harga murah, tapi juga memberikan harga khusus untuk reseller.

Sebagai contoh supplier A menjual tas pria dengan harga satuan (konsumen) dan reseller dipukul rata @ Rp 100,000,-

Kalau Anda dapat modal segitu, otomatis Anda harus menaikan harga setidaknya Rp 120,000,-

Lalu kenapa pelanggan harus beli tas di toko Anda dengan harga yang lebih mahal, sedangkan ada harga yang lebih murah, yakni supplier Anda sendiri?

  • Lokasi kirim dekat dengan pasar.

 Saya sendiri prefer punya supplier yang mengirim produk dari daerah Jabodetabek.

Tapi kalau ternyata supplier Anda cuma ada di luar daerah tersebut, bukan jadi masalah. Yang terpenting adalah mempertimbangkan ongkos dan estimasi pengirimannya.

  • Produknya punya kualitas tinggi

Hal ini patut dipertimbangkan untuk menjaga brand image bisnis Anda ke depannya. Jangan pernah memelihara, bahkan mengoleksi kekecewaan pelanggan.

  • Stok barang 

Cari pemasok yang punya stok barang berlimpah atau selalu ready stock, sehingga gak ada alasan pelanggan gak jadi beli karena kehabisan stok.

Selain itu perhatikan juga bagaimana sistem cek stoknya. Lewat online itu lebih baik karena real-time Anda bisa cek kapanpun dan di manapun.

Tapi kalau memang masih manual, pastikan pemasok tersebut punya response super cepat untuk konfirmasi ketersediaan stok.

  • Gak asal seruduk

Supplier yang baik itu gak merebut pelanggan Anda sebagai dropshipper dengan cara apapun. Misalnya menyelipkan kartu nama atau saat pengiriman, menghubungi pelanggan kita secara diam-diam, dan sebagainya.

Langkah pertama adalah mencari supplier di media yang tepat.

Carilah 1 – 5 calon supplier yang paling memenuhi persyaratan di atas dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kenapa harus sampai 5 supplier? Karena kita mau cari supplier yang benar-benar cocok dari segala aspek.

Boleh lebih, karena biasanya pun 5 calon supplier itu gak tepat semua.

  • Tokopedia 

Untuk mempersingkat waktu dalam mencari supplier yang terjamin kualitasnya, maka aktifkan fitur Gold Merchant pada kolom pencarian.

Biasanya yang punya fitur ini adalah pedagang-pedagang yang memang serius untuk berjualan.

  • Bukalapak

Sama seperti sebelumnya, Anda bisa mempercepat proses pencarian dengan mengaktifkan fitur Top Seller atau Premium Seller. (opsional)

Jangan lupa check ‘Baru’ pada kolom kondisi.

  • Media lainnya.

Anda bisa cari supplier dari mana pun (Google, Instagram, Facebook, atau mungkin sebelah rumah Anda). Pastikan syarat supplier yang baik itu terpenuhi ya. Dan masih banyak lainnya yang bisa anda cari sendiri yang penting bisa dijadikan suplier anda dan Terpercaya pastinya.

Langkah kedua adalah membeli produk sebagai contoh.

Pastikan sampai ditahap ini, Anda sudah menemukan 2 – 3 calon supplier terakhir.

Maka saatnya untuk menghubungi mereka untuk pengajuan kerjasama sebagai reseller.

Ukur seberapa cepat supplier tersebut untuk membalas pesan Anda.

Eliminasi supplier dengan respon yang lambat.

Maka sampai sini kemungkinan jumlah calon supplier And berkurang.

Setelah itu, belilah setidaknya 1 produk dari masing-masing supplier.

Lakukan penilaian lagi bagaimana supplier ini menangani orderan sampai produk sampai ke rumah Anda.

Uji kualitas produk yang udah sampai, bahkan mulai dari cara pengemasan produk tersebut agar aman saat pengiriman.

Langkah terakhir adalah menentukan 1 supplier resmi.

Gak masalah kalau ternyata ada lebih dari 1 supplier yang memenuhi syarat.

Tapi tentukan 1 supplier yang punya nilai lebih, yakni profesional dan kompeten.

Jalin hubungan baik dengan para pemasok tersebut.

Karena dari pengalaman saya, ketika kita sebagai reseller mampu menjalin hubungan baik dengan para pemasok, maka rasa percaya pun muncul.

Salah satu hasil dari membangun kepercayaan dengan pemasok yaitu saya bisa booking produk terlebih dulu sebelum transfer biar gak kehabisan

5. Menentukan harga jual

Perlu diketahui, bahwa ada beberapa supplier yang mewajibkan para resellernya untuk menjual produk dengan harga yang sudah ditentukan.

Tujuan utamanya biar gak menjatuhkan harga pasar.

Tapi itu gak semua kok cuma beberapa, sedangkan untuk yang memberikan kebebasan, saatnya Anda menentukan strategi harga jual yang paling tepat.

Saya gak akan bahas pricing strategy secara lengkap di artikel ini.

Mulai dari jenis-jenis pricing sampai menentukan metode yang paling cocok untuk setiap bisnis.

Terlalu banyak materinya.

Secara singkat buat Anda para dropshipper online, jangan terlalu berharap punya profit yang tinggi dari setiap produk yang dijual, karena pada dasarnya Anda gak bisa mengubah produk.

Biasa profit sebesar 10-20% sudah lebih dari cukup untuk setiap produk yang Anda jual.

Lebih dari cukup karena Anda gak ngeluarin modal untuk beli produk terlebih dulu, cuma modal pemasaran aja.

Analisis juga harga jual di pasaran.

Jangan berkecil hati kalau ada kompetitor lain yang bisa menjual produk lebih murah.

Saya ambil contoh yang dilampirkan dalam buku Marketing Principles (v 1.0), Chapter 3.

Dalam tahap menentukan produk yang ingin dibeli oleh pelanggan, harga murah bukan jadi satu-satunya jaminan produk tersebut ‘pasti laku’.

Tapi faktor lainnya juga dipertimbangkan seperti kualitas pelayanan.

Pada buku tersebut, diilustrasikan bahwa Anda ingin membeli sebuah tas.

Anda nemu 1 pedagang dengan harga tas yang murah.

Tapi ternyata pedagangnya jutek, responnya lama, atau bahkan gak menghormati Anda sebagai pembeli.

Apakah Anda masih mau membeli tas murah tersebut?

Bisa iya bisa engga, tergantung seberapa kuat mental diri Anda sendiri. 😆

Garis besarnya, harga murah bukan jadi jaminan.

6. Analisis dan evaluasi ulang

Ini adalah bagian akhir dari tahap awal sebelum Anda mendeklarasikan bendera bisnis (baca: brand) Anda sendiri sebagai dropshipper yang sukses.

Lakukan analisis mulai dari tahap pertama menentukan produk hingga harga jual.

Apakah sampai di tahap ini Anda sudah bisa memenuhi permintaan pasar, customers’ needs and wants?

Apakah produk yang mau dijual itu berpeluang dalam pemasaran online?

Siapakah pelanggan yang bakal Anda layani? Sosok seperti apakah mereka? Apa yang mereka suka? Bagaimana karakteristiknya?

Apakah supplier yang sudah ditentukan itu mampu bekerja sama dengan baik dan berkelanjutan? Sudah memenuhi persyaratan supplier yang baik?

Saya menyarankan untuk merangkum tahap awal ini sebagai pondasi pertama Anda. Ulangi dari tahap awal kalau masih ada keraguan.

7. Tentukan identitas brand

Brand itu lebih dari sekedar logo, desain atau nama.

Sederhananya, brand adalah pengalaman pelanggan ketika mereka membeli atau melakukan bisnis dengan suatu perusahaan.

Sedangkan untuk identitas brand ini mempresentasikan “Seperti apa sih brand Anda itu?”.

Apa anggapan masyarakat terhadap brand Apple?

Tentunya ‘mewah’ bukan?

Ketika (sebagian besar) masyarakat menggunakan brand Apple pasti membawa kebanggaan tersendiri.

Begitu juga dengan brand GoPro? Apa anggapan Anda sendiri terhadap brand ini?

Kamera untuk olahraga ekstrim? Petualangan? Menjelajah? Under-water?

Apapun anggapan Anda, saya, dan masyarakat lainnya terhadap GoPro itu dibentuk karena pengaruh branding yang kuat.

Lalu, gimana caranya biar saya bisa punya identitas brand yang kuat?

Lakukan analisis dan penyesuaian dari apa yang sudah Anda kerjakan sebelumnya.

Mulai dari siapa target market Anda, produk apa yang Anda jual, dan bagaimana brand Anda ini mau dianggap oleh para pelanggan.

Sekali lagi mohon maaf, saya gak akan membahas branding secara lengkap di sini karena materinya terlalu banyak.

Tapi untuk memperjelas identitas brand, Anda harus bisa memberikan gaya, emosi, nilai tersendiri kepada pelanggan.

Setelah itu tonjolkan identitas dengan visual (ada di poin selanjutnya).

Contohnya saya menonjolkan identitas Digitalinbro lewat kata-kata yang terlalu santai ini.

8. Menentukan nama brand

Agar Anda mempunyai brand yang lebih kuat lagi, maka harus didukung dengan nama brand yang tepat.

Nama brand ini akan terus melekat selama kita menjadi reseller online. Kecuali Anda membuat brand baru lainnya.

Maka dari itu pemilihan nama brand gak boleh dilakukan sembarangan.

Yah …  menurut saya sih milih nama brand itu susah-susah gampang. (susahnya 2 kali) 😆

Berikut beberapa tips singkat dalam memilih nama brand:

  • Hindari nama brand yang ‘pasaran’

Khususnya saat ini, hindari nama brand seperti; Toko Maju Jaya, Sejahtera Lancar Shop, Sukses Makmur Berbakti Shop, dan sebagainya.

Saya paham kalau nama itu adalah doa.

Tapi kalau dari segi branding, nama yang banyak digunakan seperti ini akan menjadi sulit dikenali dan diingat oleh pelanggan.

  • Belum dipakai oleh orang lain

Sebelum Anda mendeklarasikan nama brand Anda secara sah, pastikan bahwa nama brand tersebut belum pernah ada sebelumnya.

Khususnya untuk ketersediaan domain untuk website Anda nantinya.

Untuk cek domain, Anda bisa menggunakan check domain availability GoDaddy.com.

Sedangkan untuk sosial media, tinggal cari username yang paling pas untuk nama brand tersebut.

  • Lebih baik hindari singkatan

Menggunakan singkatan dalam nama brand sama halnya akan menyulitkan pelanggan untuk mengingat.

Terkecuali Anda pemain besar dengan strategi pemasaran yang kuat seperti H&M, M&M, OLX.

Contohnya seperti: MJF Shop, FJM Fashion Shop, IYDPMW Store.

  • Berani beda

Pernah denger Rawon Setan? Soto Gebrak? Atau BERAK?

Eitss, yang terakhir itu memang brand betulan loh bro.

Saya sendiri pun kaget waktu pertama kali tau.

Nam-nama brand yang unik, bahkan nyeleneh kaya gini bakal sangat mudah diingat oleh pelanggan.

Leave a Reply