(Last Updated On: Mei 18, 2017)
imersmuda.com – Ancam Facebook Akan Diblokir Oleh Pemerintah Thailand, Apa Penyebabnya ?Sebuah video di Facebook membuat pemerintah Thailand murka dan mengancam akan menggugat media sosial tersebut. Video itu menampilkan Raja Thailand Vajilalongkorn dalam tampilan yang sangat memalukan.
Ancam Facebook Akan Diblokir Oleh Pemerintah Thailand

Ancam Facebook Akan Diblokir Oleh Pemerintah Thailand

Video ramai dibagikan di Facebook, menampilkan Vajilalongkorn hanya berkutang kuning dan bercelana pendek di sebuah mal di Jerman. Pakaian itu membuat tato di seluruh tubuh pria 64 tahun itu terlihat jelas.
Di video berdurasi 44 detik itu, Vajilalongkorn tengah berjalan dengan seorang wanita yang diduga salah satu selirnya. Video itu diambil pada 2016, sebelum Vajilalongkorn diangkat menjadi raja setelah kematian ayahnya, Bhumibol Adulyadej, pada Oktober tahun lalu.
 
Menurut New York Times, video itu diposting pada April lalu oleh Somsak Jeamteerasakul, sejarawan dan pengkritik kerajaan Thailand yang saat ini tinggal di Prancis.
Postingan yang telah disaksikan 458 ribu kali dan diunggah di Youtube itu telah diblokir di Thailand.
Sebenarnya foto serupa – Vajilalongkorn berkutang dan bertato – telah beredar lama di internet, namun baru kali muncul rekaman videonya. Video ini sekaligus menguatkan rumor soal kebengalan dan gaya hidup mewah Vajilalongkorn sebelum menjabat raja.
Pemerintah Thailand mengancam Facebook untuk menghapus video itu dengan tenggat waktu pukul 10 pagi, Selasa (16/5), jika tidak ingin digugat. 
Ancam Facebook Akan Diblokir Oleh Pemerintah Thailand

Ancam Facebook Akan Diblokir Oleh Pemerintah Thailand

Pemerintah Thailand juga telah mengirimkan surat protes ke pendiri Facebook Mark Zuckerberg, meminta video-video yang menghina raja segera dicabut.
 
Menurut Takorn Tantasith, sekretaris jenderal Komisi Telekomunikasi dan Penyiaran Nasional Thailand, ada 309 postingan di Facebook yang diminta untuk dicabut.
Protes Thailand ini adalah bentuk dari penegakan hukum lese majeste di Thailand. Di bawah hukum ini, ada ancaman 15 tahun penjara bagi penghina raja dan keluarga kerajaan.
Namun kritikus mengatakan, lese majeste digunakan oleh pemerintahan junta pimpinan Prayuth Chan-ocha yang memimpin sejak kudeta 2014 untuk memberangus suara oposisi.
https://youtu.be/Imm9adAf5g0

Shannaldo Karsten

Selamat datang di Blog ini! Salam Kenal! Saya adalah seorang pengusaha di Surabaya yang sekarang juga aktif sebagai Internet Marketer. Pada blog ini saya ingin membantu Anda untuk bisa mengerti dan memulai berBisnis Online...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian