Apa Itu Reksadana | Penjelasan Secara Lengkap

Apa Itu Reksadana – reksa dana merupakan suatu produk investasi yang berkembang pesat dalam beberapa tahun ini. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum paham. Sebagai gambaran, dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta, jumlah investor reksa dana aktif diperkirakan baru sekitar 240.000 orang.

Apa Itu Reksadana

Apa Itu Reksadana

Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Melalui reksa dana, masyarakat dapat berinvestasi pada perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia melalui perantaraan Manajer Investasi. Dengan demikian, ketika perusahaan tersebut berkembang dan membagikan keuntungan, masyarakat bisa ikut menikmati hasil pertumbuhan tersebut.

Berdasarkan definisi di atas, Apa Itu Reksadana?

Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal.

Menghimpun dana dari masyarakat bukan perkara main-main. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara ketat sudah mengatur jenis perusahaan seperti apa saja yang dapat melakukan kegiatan penghimpunan dana, antara lain seperti bank, asuransi, dana pensiun, pegadaian, multifinance, dan pasar modal.

reksa dana merupakan produk dari perusahaan yang masuk dalam kategori pasar modal yang diawasi oleh OJK sehingga bisa melakukan kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat.

Banyaknya berita investasi bodong yang marak belakangan ini, kebanyakan berasal dari penghimpunan dana ilegal yang dilakukan oleh perusahaan dan oknum yang tidak terdaftar dalam OJK.

Diinvestasikan kembali dalam portofolio efek
Dalam kesehariannya, manusia menggunakan produk dan jasa dari berbagai perusahaan. Sebagai

Apa Itu Reksadana

Apa Itu Reksadana

Ketika bangun tidur, kita mandi dan menggunakan produk seperti odol dan sabun. Salah satu produsennya adalah Unilever. Waktu berangkat kerja, menggunakan kendaraan mobil yang diproduksi oleh Astra Internasional. Perjalanan ke kantor menggunakan jalan tol yang dimiliki Jasa Marga. Untuk membayar biaya tol menggunakan kartu e-Money yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri.

Nama-nama perusahaan di atas seperti Unilever, Astra Internasionl, Jasa Marga dan Bank Mandiri adalah perusahaan terbuka yang salah satu sumber pendanaan perusahaan berasal dari penerbitan efek saham dan obligasi.

Reksa dana merupakan instrumen investasi yang memungkinkan Anda mengumpulkan uang Anda bersama investor lain, yang selanjutnya akan digunakan untuk membeli sekumpulan surat berharga, baik dalam bentuk saham, obligasi, deposito, atau lainnya, ke dalam portofolio reksa dana untuk dikelola dalam jangka waktu tertentu oleh Manajer Investasi (MI).

Tujuan pembentukan portofolio reksadana adalah untuk melakukan diversifikasi investasi ke berbagai investasi, dan tidak boleh terkonsentrasi di satu tempat. Misalnya, jika Anda berinvestasi dalam reksa dana pendapatan tetap, maka isi portofolio tersebut tidak boleh terdiri dari obligasi satu perusahaan, tapi harus meliputi beberapa obligasi yang sudah diseleksi oleh Manajer Investasi selaku pengelola portofolio reksa dana.

Baca juga: Bagaimana Cara Investasi Reksadana

Apa Itu Reksadana

Apa Itu Reksadana

Jika dibandingkan dengan tabungan dan deposito yang dalam setahun masing-masing menghasilkan rata-rata imbal hasil (return) sekitar 1 persen dan 6 persen, maka reksadana dapat menghasilkan return lebih tinggi. Misalnya, reksa dana saham bisa menghasilkan rata-rata return sekitar 20 persen. Meski demikian, patut dicatat bahwa investasi di reksa dana memiliki risiko yang tidak kecil. Jika tabungan dan deposito dapat terkena risiko inflasi, maka risiko reksa dana tergantung pada surat berharga yang dibeli. Reksa dana saham, misalnya, rentan terhadap risiko pergerakan harga saham.

Dana awal yang diperlukan dalam berinvestasi di reksa dana tidak besar. Kini, Anda dapat membeli reksa dana mulai dari Rp100 ribu. Mengenai keamanan dana investasi, Anda juga tidak perlu khawatir. Semua dana investasi reksa dana disimpan di bank kustodian, yaitu lembaga penyimpanan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nasabah tidak perlu takut dana investasi disalahgunakan oleh MI. Bank kustodian akan memberikan surat konfirmasi sebagai tanda bukti setiap transaksi reksa dana.

Sebelum mulai berinvestasi, Anda perlu mempelajari terlebih dahulu secara teliti informasi produk reksa dana yang akan Anda beli. Informasi ini dapat diketahui melalui prospektus, yakni dokumen berisi kebijakan investasi seperti strategi investasi, ke mana saja dana diinvestasikan, serta legalitas dan pihak-pihak pendukung, seperti bank kustodian, akuntan, ataupun kantor hukum. Prospektus diterbitkan oleh Manajer Investasi yang mengelola produk reksa dana dimaksud.

Baca juga: Jenis Jenis Reksadana

Untuk mengetahui bagaimana cara memulainya bisa lihat video dibawah ini:

 

Leave a Reply