Ini cara import barang dari china dengan mudah

(Last Updated On: February 17, 2019)

cara import barang – Ada 2 jenis manajemen untuk melakukan perdagangan, yaitu menajemen export dan manajemen import. Memang kelihatannya sama tetapi memiliki peran yang berbeda. Import adalah perdagangan yang di lakukan oleh semua negara, tidak terkecuali negara kita indonesia.

Tidak ada satu negara pun di dunia yang bisa atau mampu memenuhi semua kebutuhan konsumsi negaranya tanpa bantuan barang import.

cara import barang

Ini prosedur cara import barang di Indonesia

Ada beberapa hal yang harus kita ketahui apabila kita ingin melakukan import barang dari luar negeri, yaitu :

Pastikan dulu apakah barang yang akan di import tersebut mempunyai izin dari pemerintah untuk masuk ke Indonesia (tidak termasuk barang larangan). Untuk mengetahui barang tersebut termasuk barang larangan atau tidak.

Anda harus menyiapkan dokumen atau perijinan jika barang tersebut masuk ke Indonesia.
Informasi tentang nomor Pos Tarif atau HS (Harmonized System) barang tersebut (Berkaitan dengan pembayaran Pajak Impor dan Bea Masuk)
Lihat Dokumen Export Import Yang Diperlukan

Tentukan Harga dan Sistem Transaksi Yang Digunakan

Hal terpenting dalam cara import barang adalah Anda harus memastikan kepada Supplier di luar negeri tentang dasar pembayaran yang harus Anda lakukan. Dalam kegiatan export import, Anda akan sering menjumpai istilah FOB, CFR, CIF, DDP, FAS dan sebagainya. Semua istilah ini menunjukkan kapan tanggung jawab dan kewajiban biaya oleh Supplier berakhir.

Misalnya; Apabila pemasok memakai FOB (Free on Board), maka pembelian barang dimana semua Biaya Pengiriman atau O/F (Ocean Freight), Asuransi dan Harga Barang dibayarkan setelah kapal sampai di pelabuhan bongkar. CFR (Cost and Freight) adalah term penyerahan barang dimana Pemasok menyerahkan barang setelah barang melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat izin ekspor. Tetapi biaya pengangkutan sampai ke pelabuhan tujuan tetap menjadi kewajiban Supplier.

CIF (Cost Insurance and Freight) adalah sistem pembelian barang dimana Biaya Pengiriman, Asuransi dan Harga Barang, Anda bayarkan sebelum kapal berangkat di pelabuhan muat. DDP (Delivered Duty Paid) adalah term penyerahan barang dimana Supplier harus menyerahkan barang di suatu tempat yang Anda tunjuk dan berada di dalam wilayah kewenangan Anda dengan kondisi seluruh formalitas kepabeanan telah diselesaikan oleh Pemasok (door to door service). FAS (Free Alongside Ship) yaitu term penyerahan barang dimana Pemasok wajib menanggung biaya dan resiko sampai dengan penyerahan barang disamping kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan yang sudah mendapat izin ekspor, dan sebagainya.

Tentukan Biaya dan Cara Import Barang

Penentuan biaya dana cara import barang dilakukan setelah Anda mengetahui harga dan term penyerahan perdagangan (term of trade) dari Supplier Anda di luar negeri. Maka, Anda harus memastikan besarnya biaya tambahan yang dibebankan agar barang impor sampai ke alamat Anda. Untuk mendapatkan biaya pengiriman yang tepat, setiap perusahaan pengangkutan (forwarder) membutuhkan data yang akurat tentang ketentuan perdagangan, bobot dan dimensi barang yang akan dikirim.

Dalam hal ini, pihak Supplier harus memberitahukan hal ini kepada mereka. Bahkan, jika Anda membeli barang atas dasar Ex Works, yaitu penyerahan barang yang dilaksanakan disuatu tempat milik pemasok, baik di pabrik, gudang atau tempat lainnya, maka Anda harus memberitahukan kepada Forwarder alamat barang secara jelas, dan bahkan harus di informasikan juga proses penjemputan (pengambilan) barang tersebut di lokasi.

Memilih Jasa Pengiriman (Freight Forwarder)
Ada beberapa pilihan yang bisa Anda gunkana untuk melakukan pengiriman :

Melalui Darat (Truk dan Kereta Api)
Laut (Ocean Freight)
Udara (Air Freight)

Hal paling utama yang harus lakukan adalah Anda perlu menentukan seberapa cepat waktu yang diperlukan agar barang sampai ke tujuan Anda. Karena itu, tentukan alternatif apakah yang Anda perlukan. Apakah dikirim melalui darat, laut atau udara. Misalnya, barang dari China dikirim melalui udara oleh jasa layanan cargo Indoforwarding, secara umum dapat menghabiskan waktu 6-7 hari.

Dan pengiriman laut bisa memakan waktu beberapa hari sampai 2-4 minggu. Ini jelas berpengaruh terhadap biaya pengiriman. Dalam beberapa kejadian, untuk barang dalam jumlah kecil (sampai 100 kg, tergantung pada volume) sering lebih murah dikirim melalui udara, karena biaya minimum untuk angkutan laut seringkali lebih besar dari biaya keseluruhan pengiriman melalui udara.

Saran Memilih Layanan dan Jasa Cargo Terbaik

Asuransi Barang

Asuranri barang adalah hal yang sangat disarankan ketika Anda mengimpor barang dari luar negeri. Kedua pihak yang terlibat dalam transaksi export import harus sepenuhnya menyadari tanggung jawab masing-masing. Supplier (eksportir) di luar negeri dalam beberapa kasus sering lepas tangan setelah barang tidak ada lagi pada mereka, sedangkan ini akan menjadi resiko yang Anda terima sebelum barang tersebut diterima.

Asuransi Cargo memberikan perlindungan terhadap barang anda (barang yang dikirim dengan kapal) mengenai kebakaran, ledakan, jatuh dan tenggelam, badai, barang yang rusak disebabkan oleh laut/cuaca seperti yang tercantum pada kesepakatan yang Anda buat dengan Supplier. Ketentuan tentang hal ini biasanya dicantumkan dalam kontrak penjualan atau Letter of Credit.

Pahami Kepabeanan dan Bea Cukai

Dalam proses cara import barang, Anda disarankan untuk memastikan apakah ada pembatasan atau larangan impor terhadap barang yang ingin Anda impor. Selanjutnya, pastikan apakah barang-barang tersebut memerlukan perlakuan khusus atau perlu dilengkapi dokumen tertentu dari negara asal sebelum dapat masuk ke Indonesia atau mungkin memang dilarang impor. Informasi tentang hal ini dapat Anda ketahui dari pihak Bea Cukai atau Freight Forwarder yang anda kenal.

Leave a Reply