(Last Updated On: April 1, 2019)

Sambutan baik yang diberikan oleh nasabah untuk kegiatan perbankan memicu munculnya banyak usaha keuangan di bidang ini. Hal tersebut melatarbelakangi adanya badan yang mengatur mengenai lembaga ini. Lembaga yang mengatur tersebut sering disebut dengan otoritas jasa keuangan (OJK). Pengertian otoritas jasa keuangan sendiri ada banyak macam, dilihat dari berbagai sisi.

Pengertian tersebut menjadi berbeda bagi jasa keuangan  maupun nasabah. Namun untuk keseluruhan pengertian otoritas jasa keuangan memiliki artian yang penting untuk kelancaran sistem diantara keduanya. Berikut adalah penjelasan pengertian OJK baik untuk jasa keuangan  maupun nasabah ;

Artian OJK Bagi Jasa Keuangan

Ada beberapa lembaga yang terlibat dalam kegiatan jasa keuangan an di Indonesia. Contoh dari jasa keuangan yang sangat familiar di masyarakat adalah Bank. Artian Otoritas jasa keuangan bagi jasa keuangan  adalah sebagai berikut :

Pembuat Aturan Badan Keuangan

Lembaga keuangan terus berinovasi agar dapat mengeluarkan produk-produk keuangan dengan peminat tinggi di tengah masyarakat. Namun aturan yang dibuat tentu harus mempertimbangkan banyak sisi agar tidak saling bergesekan.

Untuk itu otoritas jasa keuangan mengatur semua hal yang berkenaan dengan lembaga jasa keuangan. Membuat aturan yang dapat diterima banyak pihak, serta tidak menguntungkan sebagian golongan saja.

Artian OJK adalah sebagai pembuat aturan baik aturan mengenai modal, dalam hal sumber maupun jumlah. Dari segi debit, akutansi, kredit serta arus keluar masuknya uang. Peranan ini menjadi sangat penting. Dengan adanya OJK maka kesehatan suatu lembaga jasa keuangan dapat terkontrol dengan pasti.

Pengatur Kinerja Badan Keuangan

OJK memiliki arti sebagai pengatur kinerja untuk lembaga keuangan. Memberikan deskripsi yang jelas mengenai kelonggaran dan adanya batasan dalam semua aktivitas yang dilakukan. Aturan yang diberikan juga akan menilai mengenai produk yang dikeluarkan lembaga jasa keuangan.

Hal ini berkaitan dengan pengertian OJK sebagai badan yang berwenang untuk memberikan sanksi dan bahkan mencabut ijin dari lembaga jasa keuangan. Untuk itu sangat besar artian OJK sebagai pengatur kinerja jasa keuangan.

Melakukan Fungsi Audit

Pengertian dari OJK bagi lembaga jasa keuangan yang terakhir adalah melakukan fungsi audit. Atau penilaian secara menyeluruh terhadap semua kegiatan lembaga jasa keuangan. Hal ini sesuai dengan UU no 21 tahun 2011. Yang menerangkan bahwa OJK melakukan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan jasa keuangan.

Audit dilakukan secara berkala dan terus berkesinambungan agar selalu bisa mengetahui kondisi dari lembaga jasa keuangan. Sehingga bila muncul masalah akan dapat diselesaikan dengan segera.

Artian Otoritas Jasa Keuangan Bagi Nasabah

Selain melibatkan lembaga jasa keuangan, kegiatan perbankan juga harus melibatkan nasabah sebagai bagian penting dari kegiatannya. Untuk nasabah sendiri, pengertian otoritas jasa keuangan memiliki makna yang tidak sepele. Berikut artian OJK untuk nasabah ;

Perlindungan Penuh Kepada Nasabah

Pengawasan yang dilakukan OJK terhadap lembaga jasa keuangan meliputi banyak hal yang semuanya juga memiliki artian penting untuk nasabah. OJK mengatur mengenai produk perbankan dan non perbankan dari jasa keuangan. Serta produk investasi, asuransi dan banyak lainnya.

Aturan yang mengikat ini mengharuskan jasa layanan keuangan tidak menimbulkan kerugian untuk nasabah. Dengan sistem yang saling menguntungkan, dan dilakukan audit berkala membuat nasabah sangat terlindungi.

Mengatur Dan Menjaga Hak Nasabah

Hak nasabah akan terjaga seiring dengan kinerja yang dilakukan oleh OJK. Tidak hanya berhenti pada hak nasabah tanpa tindak lanjut. Bahkan OJK akan mengupayakan edukasi dan pembelaan secara hukum untuk nasabah.

Artian OJK bagi nasabah adalah menjaga hak merek dalam semua kegiatan yang melibatkan jasa keuangan. Baik dalam hal perbankan, non perbankan, pasar modal, asuransi, jaminan hari tua dan banyak lagi.

Untuk itu pengertian otoritas jasa keuangan bagi nasabah adalah hal yang sangat penting. Dari OJK lah sumber perlindungan kepada nasabah diperoleh secara penuh dan terlihat aksi nyatanya.

Di atas adalah penjelasan pengertian otoritas jasa keuangan yang dibagi berdasarkan lembaga yang terlibat. Sebuah sistem menjadi  teratur bila terdapat aturan dan pengawasan oleh pihak luar yang bersifat independen. Dan hal tersebut dijalankan oleh OJK dalam sistem yang mengatur antara jasa keuangan  dan pihak nasabah.


Shannaldo Karsten

Selamat datang di Blog ini! Salam Kenal! Saya adalah seorang pengusaha di Surabaya yang sekarang juga aktif sebagai Internet Marketer. Pada blog ini saya ingin membantu Anda untuk bisa mengerti dan memulai berBisnis Online...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish